Pagelaran wayang kulit bedhol songsong digelar Keraton Yogyakarta bertepatan dengan 1 Sawal Dal 1959, Jumat (20/3) bertempat di Kagungan Dalem Gedhong Sasana Hinggil Dwi Abad. Wayangan Bedhol songsong ini diselenggarakan sebagai rangkaian pungkasan Hajad Dalem Garebeg Sawal Dal 1959. Lakon yang dipertunjukan dalam gelaran wayang bedhol songsong ini diambil dari bagian epos Ramayana, bertajuk Tugu Indradi, yang dibawakan oleh Mas Lurah Cermo Radyoharsono.
Pementasan wayang ini terbuka untuk umum dan disaksikan oleh masyarakat. Selain dihadiri langsung oleh masyarakat umum, pagelaran wayang kulit bedhol songsong juga disiarkan langsung melalui kanal youtube Keraton Jogja. Masyarakat begitu antusias menyaksikan pagleran wayang ini. Tak hanya itu, yang menarik dalam pageleran wayang bedhol songsong ini adalah adanya terjemahan secara langsung bahasa jawa ke dalam bahasa inggris. Nyatanya, pertunjukan wayang kulit bedhol songsong yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta banyak disaksikan oleh orang luar Indonesia baik hadir langsung maupun secara daring. Terjemahan secara langsung ini sebagai sarana untuk memahamkan alur cerita bagi penonton berbagai mancanegara yang menyaksikan. Prosesi pasrah tampi sebuah Wayang Tugu Yasan Enggal (wayang baru) dilakukan sebelum pementasan dimulai dan diserahkan langsung oleh KPH Notonegoro selaku Penghageng II Kawedanan Kridhamardawa.
Asmaralaya Art Production mengemban tanggung jawab equipment yang digunakan dalam acara pagelaran wayang bedhol songsong ini. LED Screen berukuran 3x2 meter dipasang di sisi kanan dan kiri penonton. LED Screen ini menjadi salah satu alat yang cukup sentral karena menampilkan terjemahan ke dalam bahasa Inggris. Selain tampilan terjemahan di sisi kanan penonton, LED Screen di sisi kiri menampilkan live camera pertunjukan wayang. Hal itu membantu penonton agar tetap dapat menikmati pertunjukan wayang dengan jelas. Adapun Asmaralaya juga memasang lighting berupa minibrute, Par LED, dan lampu strobe . Stage panggung berukuran 12x10 meter juga dipasang sebagai tempat para wiyaga. Selain itu, sumber listrik untuk acara ini adalah dari genset Asmaralaya Art Production berjumlah dua, masing-masing berdaya 22,5 kVA dan 27 kVA. Dan terakhir ada taman untuk memperindah bagian depan panggung. Acara berjalan sukses dan penonton terhibur. Terima kasih Keraton Yogyakarta telah melibatkan Asmaralaya Art Production dalam pagelaran wayang kulit bedhol songsong ini.





